Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 6, 2011

Gebyar Pramuka UPI 2011

  GAMBARAN UMUM KEGIATAN Gebyar Pramuka UPI 2011 A.     ­Nama Kegiatan Kegiatan ini bernama Gebyar Pramuka UPI, yang kemudian disingkat ”GEPRA UPI 2011”. B.      Tema Kegiatan           Adapun tema dari kegiatan ini adalah ”Pramuka Satu, Indonesia Jaya” C.     Waktu dan Tempat Kegiatan 1. Hari                  : Sabtu - Minggu 2. Waktu              : 19 - 20 Februari 2011 3. Tempat             : Kampus Universitas Pendidikan Indonesia D.     Peserta Kegiatan Kegiatan ini dikuti oleh anggota pramuka Gudep Lengkap 01005-01006 dan Pramuka yang berpangkalan diperguruan tinggi (Mabigus/Rektor, Pembina dan ketua Racana) yang berada di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta baik negeri maupun swasta. E.      Rencana Kegiatan Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan di dalam kegiatan GEPRA UPI 2011 adalah sebagai berikut: 1.       1. Seminar Nasional Kepramukaan dan Mengenai Undang-undang No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. Rencana seminar nasiona

DIKDASKA

Universitas Pendidikan Indonesia merupakan cikal bakal Pramuka Pandega yang berpangkalan di Perguruan Tinggi di Indonesia memiliki potensi  besar. Hal ini terlihat dari  kualitas dan kuantitas anggota Gerakan Pramuka yang menyelesaikan pendidikannya di UPI. Pengabdian dan pengorbanan mereka  menjadi anggota pramuka, tentunya harus mendapatkan apresiasi dan penghargaan, baik dari anggota pramuka yang masih menuntut pendidikan maupun  berbagai pihak yang  peduli terhadap pendidikan gerakan pramuka, diharapkan penghargaan maupun apresiasi ini  menjadikan motivasi  tinggi kepada anggota pramuka lain yang sedang dalam masa karya bhakti. Sebagai awal seseorang menjadi anggota Pramuka di Pangkalan UPI Bandung ini, mereka harus mengikuti kegiatan DIKDASKA (Pendidikan Dasar Kepramukaan) . Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian alur pendidikan Kepramukaan yang ada di Pramuka UPI Bandung sebagai alur pendidikan dari tamu racana – calon pandega. Kegiatan

Pembuatan Makalah

Pembuatan Makalah Individu Tujuan : ·          Refleksi diri tentang kegiatan selama kegiatan keracanaan ·          Sebagau Evaluasi kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan . Dibuat pada ukuran kertas A4 dengan jarak top = 3cm, button = 2cm, left = 3cm, right = 2cm huruf “Times New Roman” Ukuran “12” Isi dari makalah adalah : BAB 1 Menjabarkan setiap pertemuan materi yang telah diikuti oleh tamu racana setiap minggunya, dari awal latihan sampai akhir pertemuan. BAB II Menjelaskan Penilain dari setiap Materi dilihat dari Kompetensi, Kognitif, Afektif dan Psikomotor. BAB III Mengevaluasi selama Kegiatan (Baik dan Buruknya) BAB IV Saran / Rekomendasi (proporsional/real) untuk kegiatan selanjutnya. makalah tersebut dibuat secara individu dan akan dipersentasikan kepada pembina Jika kurang jelas silahkan hubungi panitia dikdaska.

Kegiatan Tamu Racana

Kegiatan Tamu Racana ·          Dapat membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan, melakukan evaluasi dan membuat laporan kegiatan untuk tamu racana. ·          Peserta memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterampilan serta kecakapan untuk mengelola suatu kegiatan

Diskusi Kepandegaan

Diskusi Peran Pramuka Pandega Pengertian Pandega AHLI ; PEMUKA (Kamus Besar Bahasa Indonesia) PRAMUKA PANDEGA ADALAH ANGGOTA DEWASA MUDA YANG BERUSIA ANTARA 21 – 25 TAHUN . DEWASA MUDA (Istilah dalam Psikologi Perkembangan) Pemahaman Pramuka Pandega Pandega merupakan masa pengabdian dan pengembangan kepemimpinan. Pandega diharapkan sudah memiliki kepribadian yang kuat sehingga jiwa baktinya diamalkan untuk kepentingan umum (Bina Masyarakat) / (Tri Darma Perguruan Tinggi ke 3) Pandega diharapkan mempunyai sikap lebih mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi (Bina Masyarakat) / (Tri Darma Perguruan Tinggi ke 3) Pandega berusaha sendiri meningkatkan keterampilannya dan kemampuannya sehingga dapat lebih banyak membantu dirinya agar dapat mandiri (Bina Diri ) (Tri Darma Perguruan Tinggi ke 1) Pandega merupakan pasangan kerja sepengabdian bagi para Pembina P

Diskusi Upacara Pandega

Diskusi Upacara Pandega Menurut KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 178 TAHUN 1979 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN UPACARA DI DALAM GERAKAN PRAMUKA, Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk memberntuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik. Pada BAB IX UPACARA DI SATUAN PRAMUKA PANDEGA yang dijelaskan PP tersebut yang isinya : “ Upacara di satuan Pramuka Pandega dilaksanakan sesuai dengan aspirasi Pandega atas dasar ketentuan-ketentuan upacara yang berlaku untuk Ambalan Penegak” Oleh karena itu kita perlu mendiskusikan bentuk dan tata cara upacara yang akan digunakan oleh racana di pangkalan Universitas Pendidikan Indonesia. Sebagai dasar diskusi kita dapat mengacu pada PP NOMOR : 178 TAHUN 1979 ( download ) Adapun diskusi yang akan kita laksanakan adalah Macam upacara di dalam Racana Pandega m

KINCA

KELILING CAMPOES (KINCA) 09 Oktober 2010 1.       POS 1 ( Psikotest ) PJ              : Dirham Teknis       : peserta menjawab pertanyaan2 yang telah diberikan (waktu 5 menit) Tempat     : Selasar PKM Kebutuhan            : alat tulis, soal, presensi, timer 2.       POS 2 ( P3K ) PJ              : Uwen Teknis       : peserta menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh penjaga pos,                    soal berbentuk studi kasus (waktu 15 menit) tempat       : Taman Ishola Kebutuhan            : mitella, bidai, presensi, soal 3.       POS 3 ( Survival) PJ              : Cepe Teknis       : peserta mencari solusi terhadap masalah yang disampaikan oleh penjaga pos                    Soal berbentuk studi kasus (waktu 15 menit) Tempat     : Belakang Perpustakaan Kebutuhan            : soal, presensi 4.       POS 4 ( Pioneering ) PJ              : Kiki Teknis       : disediakan tongkat, tambang dan webbing                    Peserta memanfaatkan bar

Penerimaan Tamu Racana

  Penerimaan Tamu Racana Jika seorang Penegak sudah waktunya untuk dinaikan tingkat ke racana, atau seseorang baru dari luar menyatakan keinginannya untuk masuk menjadi anggota Racana, maka ia dapat diterima menjadi “Tamu Racana”.  Ia tidak dinamakan “Tamu Racana” karena memang ia adalah tamunya Racana. Kehidupan dalam Racana Pandega merupakan suatu : “Persaudaraan Bakti”, suatu persaudaraan yang erat dan kekal, suatu persaudaraan yang dinamis dimana masing – masing Pandega saling bantu membantu dalam pengamalan baktinya kepada masyarakat, mengamalkan baktinya untuk Gerakan Pramuka, melaksanakan dalam hidup sehari – hari serta me-DEGA-kan citra serta jiwa Pramuka Indonesia.             Persaudaraan Pandega ialah kehidupan penuh adat dan tradisi yang menghidupkan persaudaraan Bakti tersebut, yang menerangi tapak – tapak yang telah ditinggalkan oleh kakak – kakak Pandega yang telah mendahului kita. Adat serta tradisi – tradisi dimaksudkan untuk member